Tanggal 20 April kemarin diperingati sebagai hari konsumen nasional (Harkonas). peringatan hari konsumen nasional di tanggal itu sudah dilakukan semenjak tahun 2012. Tahun 2016 ini dalam rangka memperingatinya diadakan lomba untuk mahasiswa, wartawan, dan blogger. Temanya, "Gerakan Konsumen Cerdas, Mandiri, dan Cinta Produk Dalam Negeri".

Sejak awal tahu info mengenai lomba ini saya langsung tertarik ikutan. Tertarik sama hadiahnya mak? Oh ya jelasss, hadiah utamanya 10 jeti cyiiint!!!

Tapi bukan itu saja sih. Sejak dulu saya memang konsen banget dalam hal perlindungan konsumen. Konsen di sini maksudnya saya termasuk konsumen bawel yang suka komplen hihihi.

Komik Mak Irits yang saya buat pun, salah satu tujuannya untuk mengedukasi masyarakat agar menjadi konsumen cerdas. Baca dong di bagian kata pengarangnya ada pesan: "Tak Selamanya Diskon Itu Indah, Be a Smart Consumer."

Komik Mak Irits,
 isinya edukasi konsumen cerdas

Yes, kita seringkali dibodohi oleh diskon, setuju?

Siapa sih yang ngga kalap dengan barang diskon, seringkali langsung saut aja, bawa ke kasir, tanpa dicek dan ricek dulu? Sampai rumah pas di cek, ada cacatnya, ritsliting rusak misalnya. Harga baju diskon plus ongkos memperbaiki jadi lebih mahal daripada harga baju yang ga diskon. Mau untung malah buntung deh!

Nah di postingan kali ini saya mau kasih tahu kamu 6 langkah berbelanja ala konsumen cerdas. Apalagi sekarang sudah diterapkan MEA yang merupakan sebuah agenda integrasi ekonomi negara-negara ASEAN, yang bertujuan untuk menghilangkan, atau paling tidak, meminimalisasi hambatan-hambatan di dalam melakukan kegiatan ekonomi lintas kawasan, misalnya dalam perdagangan barang, jasa, dan investasi. Jadi sekarang barang masuk dari luar negeri (terutama ASEAN) semakin mudah saja.


Si Koncer (Konsumen Cerdas) dan Mak Irits
1. Belanja sesuai kebutuhan bukan keinginan. Sebelum belanja kita harus sadar sesadar-sadarnya, ini demi sebuah kebutuhan atau keinginan belaka. Belilah sesuatu karena kamu memang membutuhkannya. Jangan beli sesuatu hanya karena kamu suka, barangnya lucu, barang lucu di duna ini banyak, mau dibeli semua? Jangan beli sesuatu hanya karena mumpung diskon, kalo ngga kepake terus rusak nganggur malah rugi. Lagipula diskon ngga hanya datang sekali seumur hidup kok, next time barang yang kamu inginkan bisa aja diskon lebih gede lagi. Tips dari saya, dari rumah buatlah cataan belanja, jangan dekati barang yang tidak kamu butuhkan meski hanya sekedar "lihat-lihat" kecuali kalau kamu memang orang yang kuat iman :p



2. Teliti sebelum membeli. Jangan sampai menyesal di kemudian hari. Apa saja yang harus dicek? Untuk barang pangan, cek komposisi dan tanggal kadaluarsanya. Untuk fashion, cek jahitannya, kainnya, kancing, ritsiliting, dll. Untuk benda-benda yang dibeli dengan tujuan keselamatan, cek adakah kode SNI-nya. Di Indonesia, ada 108 produk wajib SNI. Produk tersebut diantaranya helm, ban kendaraan, lampu hemat energi, besi rangka, mainan anak-anak, dan baju anak.



3. Lebih mengutamakan membeli produk dalam negeri. Kita sudah meneliti segala sesuatunya, ada dua benda serupa yang kita anggap baik. Yang satu produksi dalam negeri yang satu luar negeri, mana yang kamu pilih? Kalau saya sih pilih produksi dalam negeri, disamping harganya biasanya lebih terjangkau (karena produksi negeri sendiri pasti irit di ongkir dong), karena saya juga ingin support perekonomian dalam negeri. Untungnya balik-balik ke kita juga kok :)

4. Cermat berhitung. Setelah selesai meletakkan barang ke keranjang belanja, saatnya membayar. Selain penjual atau bagian kasir yang bertugas menghitung belanjaan, kita juga harus turut berhitung loh. Kalau belanjaan banyak dan penghitungan menggunakan peralatan modern gimana? ya paling tidak kita harus mencermati prosesnya, jangan sampai ada barang yang terscan dua kali misalnya, soalnya saya pernah kejadian nih. Baru ngecek pas di rumah, mau balik ke tokonya ngeklaim barang sepuluh ribuan yang dihitung dua kali, ya ngga nyucuk diongkos.

5. Bayar dengan uang, kembalian juga dengan uang.  Setelah barang belanjaan dihitung, saatnya membayar. Kamu bisa membayar dengan uang tunai ataupun non tunai (misal menggunakan kartu debit, kredit, dll). Kalau membayar dengan uang tunai baiknya dengan uang pas ya. Tapi kalau ngga ada dan dari yang kita bayarkan itu ada kembaliannya, kembalian harus berupa uang juga. Sering kan mendapati penjual yang membeli kembalian dalam bentuk permen, nah kita berhak nolak tuh!



6. Ada hak konsumen yang dilanggar bisa lapor ke kementrian perdagangan. Dan yang asyiknya sekarang melapor lebih mudah karena sudah disediakan nomor whats app di 0853 1111 1010. Tapi kalau saya sih sebelum laporan, jika memungkinkan lebih baik dikomunikasikan langsung ke pelaku usaha terlebih dahulu. Kalo ngga mempan baru lapor ke nomor pengaduan kemendag.

Nah itu tadi 6 langkah belanja ala konsumen cerdas. Dengan menjalankan keenam langkah tadi, konsumen senang karena mendapat barang yang baik, pelaku usaha juga riang karena mendapat untung yang halalan thoyyibah, halal dan baik :)