foto milik: Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik

Meskipun saya ini iriters garis keras, yang cinta gratisan, potongan harga dan beli satu dapat lima tapi khusus untuk kantong plastik saya mendukung 100% gerakan #Pay4Plastic.

Beberapa waktu lalu saya turut menandatangani petisi #pay4plastic. Jadi dalam petisi ini meminta pemerintah menetapkan regulasi untuk mewajibkan ritel menetapkan harga pada kantong plastik. Jadi nantinya kalau kita ke supermarket gitu, belanjaan kita mau dimasukkin plastik dari sana ya harus beli. Harapannya sih dengan begitu masyarakat jadi tergerak untuk membawa kantong belanja sendiri dari rumah.


Saya sendiri sudah lama melakukan gerakan diet kantong plastik sebelum ada petisi ini. Kemana-mana saya bawa kantong belanja. Atau kalau belanja, cemplungin aja langsung belanjaan ke hand bag yang saya bawa, ngga perlu di plastikkin.

Berpikir logis sajaah, kalau tiap belanja kita diberi kantong plastik, berapa plastik yang akan kita timbun di rumah. Atau kalo ngga mau menimbun, -karena pikirannya plastik, gratis inih- kemudian begitu selesai make langsung dibuang, coba pikir berapa banyak sampah plastik yang ada di tempat pembuangan sampah. Itu baru dari kita seorang kalikan dengan seluruh penduduk bumi jikalau punya pemikiran yang sama dengan kita. Padahal sampah plastik adalah sampah yang butuh ratusan tahun baru bisa terurai dengan tanah.

Mengharap kesadaran masyarakat saja tentu sulit. Buktinya sampai sekarang yang buang sampah sembarangan aja masih banyak, gimana mereka mau diajak repot-repot kemana-mana bawa kantong belanja sendiri? Padahal sebenarnya ya ngga repot, kantong belanja kan ringan aja. Tapi ada sebagian yang ngerasa malu gitu kalo di supermarket harus menolak kantong plastik, nyodorin kantong belanja sendiri. Heyyy ayo dong mari kita yang buat trend baru, #GoGreen itu keren.

"Kan udah ada plastik yang ramah lingkungan, yang cepet terurai dengan tanah?"

Memang sih.. tapi tetep aja loh butuh waktu bertahun-tahun penguraiannya. Daripada gitu mending kita diet kantong plastik kaaan?

Sebenarnya sudah ada supermarket yang memulai #Pay4Plastic, ya meskipun saya ngga tahu motivasinya apa ya, apa biar ngga ribet harus nyediain plastik apa memang biar #GoGreen. Di Semarang ada Lotte Mart yang memnag tidak menyediakan plastik belanja gratis, paling-paling yang ada plastik bening buat bungkus sayuran atau buah yang harus ditimbang. Dan ini udah berlangsung lama banget, dari sebelumnya supermarket ini bernama Makro udah berjalan seperti ini peraturannya. Saya sih tahu supermarket ini pas kuliah tahun 2002an, unik juga saya pikir. Meski begitu Lotte Mart ini tetep rame aja tuh. Ngga pernah saya dneger ada yang protes sama Lotte Mart kok pelit banget ngga mau ngasih kantong plastik. Jadi saya pikir ngga sulit lahya kalo regulasi #Pay4Plastic mau diterapkan ke seluruh ritel.

Ada lagi nih supermarket yang memberi cashback untuk konsumen yang membawa kantong belanja sendiri yaitu Superindo. Tapi kayaknya ngga terlalu berpengaruh terhadap kesadaran konsumen untuk mau bawa kantong belanja sendiri. Cashbacknya cuma dikit sih Rp.100,- perkelipatan 100ribu. Coba kalo cashbacknya ssepuluh ribu gitu ya hahaha. Jadi makanya nanti sih harapan saya kalau benar pemerintah mau menerapkan regulasi #Pay4Plastic, kasih harga yang mahal aja skalian buat plastik ya.

Alhamdulillah sih saya mendapat kabar beberapa bulan laku petisi #Pay4Plastic mendapat tanggapan yang baik dari pemerintah.

Oya hari Minggu kemarin juga, kabarnya sudah diluncurkan #Pay4Plastic di Circle K Dago Bandun., Moga mengikuti di minimarket dan supermarket yang lain ya.

artis Nadya Mulya mendukung gerakan #Pay4Plastic, photo by @idDKP

@emakirits